Ciri Hawa Nafsu Yang Tak Banyak Orang Tahu

0
00.01
Tepat pada tahun ke 2 Hijriyah, terjadi sebuah perang besar antara kaum Muslimin (yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW) melawan kaum Musyrikin Mekkah. 

Sekembalinya dari perang Badar, di tengah euforia kemenangan gilang gemilang,  Rasulullah SAW berkata kepada para sahabatnya, "Kita kembali dari peperangan kecil dan akan menghadapi sebuah peperangan besar (Jihad besar). Bersiaplah.." 

Salah seorang sahabat penasaran dan kemudian bertanya, "Wahai Rasul, apakah ada lagi perang yang lebih besar dan dahsyat dari perang Badar ini?"

Kemudian Rasul menjawab, "Ya, ada, yaitu perang melawan hawa nafsu yang berada pada diri kita masing-masing."

Nafsu itu ada bermacam jenisnya, teman teman bisa gugling sendiri. Pokoknya, segala hal yang mengajak pada sesuatu yang buruk, sudah tentu itu dorongan hawa nafsu.

Tapi adakah hal yang kita anggap biasa, padahal ternyata, tanpa kita sadari, itu adalah dorongan hawa nafsu juga.

Perihal ini, saya dapatkan jawabannya dari situs Nahdlatul Ulama. Dalam satu artikelnya, saya membaca:

"Lari dari tanggung jawab adalah satu tanda bahwa kita sedang terbawa hawa nafsu."



----
Subang, 18 Februari 2018. 

Ditulis tengah malem, ngga tau kenapa tak bisa tidur. Mungkin karena dorongan hawa nafsu juga. Astagfirullah..

Seperti kata Syekh Ibnu Atha'illah, 

"Pangkal segala maksiat, kelalaian dan syahwat adalah pengumbaran hawa nafsu. Dan pangkal dari segala ketaatan, kewaspadaan dan kebaikan adalah pengekangan nafsu." 
Continue reading →

Benarkah hidup ini permainan?

0
13.47
Abah Nun pernah berkata, "Di Al-Quran, Allah membukakan salah satu rahasia iradahNya : bahwa sebenarnya kehidupan di dunia ini adalah permainan dan senda gurau."

"Kita ambil contoh sepakbola, sebagaimana kesenian atau banyak pekerjaan kita di dunia, sepakbola adalah permainan. Permainan yang sungguh-sungguh." Tambahnya.


"Para pelawak pun yang penuh permainan penampilannya, tidak pernah tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan tugas kepelawakannya."

Kalau Abah Nun menganalogikannya denhan sepakbola dan pelawak, kok saya malah inget anak anak ya. Yang suka bermain itu kan anak anak. 

Namanya permainan,  tipikalnya harus bahagia, harus menikmati, harus bergerak, jangan jadi penonton saja, dan tentu saja, supaya seru, kita harus tahu aturan mainnya.   

Jangan jangan, untuk menikmati hidup kita harus memiliki pola pikir seperti anak anak. Yang senang bermain, tak takut mencoba, gak peduli apa kata orang, tak takut gagal, juga yang utama: lihatlah canda tawa dan senyum mereka saat bermain dengan teman teman-nya. 

Nikmaaaat sekali..

"Mengajak orang lain berbuat baik itu bagus," Kata Abah Nun, "..tapi lebih bagus lagi kalau kalian mengajarkan juga tentang nikmatnya atau manfaat berbuat baik."


Mungkin yang ingin Abah Nun sampaikan (ini menurut pemahaman saya) adalah: Hidup memang permainan dan senda gurau. Tapi mbok ya jangan main main juga. bermainlah dengan sungguh-sungguh. Fair play. Syukur syukur bila  menang. tapi intinya, jangan lupa untuk menikmati permainan. 

---
Subang, 13 Februari 2018

Hikmah ini saya dapat dari caknun.com, Hatur nuhun Abah Emha Ainun Nadjib.
Foto pinjam dari harnas.co dan pexels.co. Dangkyou!


Continue reading →

Tanjakan Emen

0
07.06
"Apa yang bisa kau ubah dengan perasaanmu?

Manfaat apa yang bisa kau berikan dengan foto foto mu?

Kasihan saja tak cukup

Laporan di medsos saja tak akan berarti banyak

Kau harus turun membantu.

Tolong!"

Lanjut baca →

Tuntutan Tuhan

0
06.18
"Benar yang sejati adalah yang kita cari bersama sama dan cari selama hidup. Hanya mencari. Ketemunya ya, moga-moga." Kurang lebih seperti itu kata Mbah Nun.

Kemudian beliau menambahkan, "Allah juga tidak menagih kita untuk menemukan. Pokoknya kita terus mencari, dan terus begitu, itu menurutku sudah benar."

"Kita ambil contoh menanam padi. Bisakah kamu memastikan padi yang kita tanam itu pasti panen? Wong kita hanya bisa menanam, lalu menyiram. Keluar buahnya atau tidak, siapa yang menentukan? Allah."
Lanjut baca →

Kata Orang

0
11.44
"Jangan terlalu dengar apa kata orang kukira..

Dia bukan Nabi mu, bukan ulama panutanmu, bukan yang membesarkanmu, bukan pula yang mengurus hidupmu..

Dan satu lagi.. dia juga tak membayar cicilan cicilanmu."

Lanjut baca →