Belajar Pada Guru Guy

2
08.20
     “Gede-gede maca, Naruto. Siga budak wae!” Seloroh seorang teman saat melihat saya sedang husyu menikmati komik karangan Masashi Kishimoto tersebut. Itu tadi dia ngomong pakai Bahasa Sunda yang artinya, “Udah gede masih baca Naruto aja. Kayak anak kecil!”

“Emangnya baca Naruto melanggar hukum?” saya balik nanya, “Lagian, pas saya bocah, ini komik belum ada.” Jawab saya sambil nyengir.

Perkataan perkataan seperti itu tak pernah saya ambil hati, apalagi, maklumlaah, temen saya yang satu ini emang ga tau nikmatnya baca komik. Dia mah hobi nya baca buku tabungan siih, “siapa tahu ada transferan masuk lagi.” Begitu katanya. Mentang-mentang udah 2 tahun jadi penggiat MLM.

Oke, balik lagi ke topik Naruto...

Tiap seminggu sekali, ada satu website yang terus mengeluarkan update terbaru komik Naruto. Tiap chapternya tak pernah saya lewatkan.

FYI, tiap hari rabu atau kamis, pasti ada yang baru. Dan tiap chapternya selalu seru dan bikin penasaran. Entahlah ini pengarangnya pake dukun mana, yang jelas ceritanya bikin nyandu pisan. :))

Nah, di episode teranyar yang baru keluar kemarin, kisahnya masih tentang perang dunia ninja. Kali ini yang disorot adalah tentang duel edan-edanan antara Madara yang udah dapat kekuatan legendaris versus ahli Taijutsu dari desa Konoha, Guy Maito.

Dari awal, tak pernah ada yang menyangka Guy akan mampu menandingi Madara yang sedang onfire ini.

Apalagi pertarungan ini memang sangat berisiko untuk Guy. Karena baik kalah ataupun menang, Guy dipastikan akan mati. Iya, sambil menangis tersedu, Rock Lee (muridnya Guy) berujar, “Gerbang Taijutsu tingkat 8 yang dibuka oleh Guy ini taruhannya memang nyawa.”


Makanya, karena taruhannya nyawa, kekuatan yang dihasilkan pun sangat meledak-meledak. Gempuran yang Guy lancarkan kerap kali membuat Madara limbung, terlempar dan terjungkal beberapa kali. Serangannya datang secara bertubi-tubi, membabi buta dan nyaris tanpa jeda. Ngeri dah pokoknya.

Asal kamu tahu saja, ke-5 pemimpin desa pun (yang disebut Kage) kewalahan saat menghadapi Madara yang seorang diri. Padahal udah dikeroyok habis habisan dengan berbagai jurus tingkat dewa. Tetep aja itu Si Madara masih bisa nafas. Ga pada nge-doa dulu kali nih para Kage.


Lantas, kenapa Guy bisa? Padahal sendirian, pertarungan one by one dan dia hanya seorang shinobi atau ninja biasa.

Kalau melihat rekam jejaknya, Si Guy Maito ini memang shinobi yang unik. Unik dari tampilannya, juga dari kemampuannya. Dari semua jurus atau justsu yang ada (seperti ninjutsu, doujutsu, kugutsu dsb.) Guy cuma menguasai satu bidang saja, yaitu TAIJUTSU.

Taijutsu adalah serangan yang menitik beratkan pada kontak fisik langsung (pukulan, tendangan, bantingan ataupun sundulan), pertarungan jarak dekat dan tanpa harus membuka segel-segel segala.

Sederhananya, Guy adalah ninja yang sangat sederhana. Alih-alih disebut shinobi, dia lebih cocok disebut petarung jalanan. :))

Guy bukannya tak mau belajar ninjutsu, tapi dia TAK BISA. Iya, dia sangat bodoh dalam hal ninjutsu, tapi . . . . sangat jenius di Taijutsu.

Karena bisanya Cuma berantem dengan gaya konvensional doang, Guy pun sering diejek saat dia masih bocah.

Ketika anak-anak yang lain sudah bisa berbagai jurus/jutsu. Si Guy cuma bisa terpuruk dipojokan, dengan hati remuk redam karena yang dia bisa cuma nendang, mukul, ngebanting sama nyundul doang.

Tapi berkat dukungan moril dari Bapaknya (yang sama-sama gak bisa ninjutsu :D ) Si Guy akhirnya bangkit. Daripada menyesali keadaan, Guy pun berpikiran untuk fokus pada apa yang ia bisa.

Ya Itu dia, Karena bisanya Cuma taijutsu doang, Guy mati-matian hanya berlatih Taijutsu saja. Fisik yang prima adalah syarat utama menjadi ahli Taijutsu yang tangguh. Makanya Guy sering “menyiksa dirinya” olah raga dari pagi, siang hingga malam, tanpa lelah.

Ejekan, cacian dan cibiran yang datang bertubi-tubi pun ia telan bulat-bulat. Bahkan setiap ada yang menganggap remeh dirinya, Si Guy kecil selalu berkata, “Terima kasih semangatnya!” Sambil mengacungkan jempolnya yang udah kapalan karena sering dipakai latihan beban.

Akhirnya, dia memang ga bisa ninjutsu sampai dewasa, tapi... Tendangan, pukulan, bantingan bahkan sundulannya jadi sangat mematikan. Jauh diatas rata-rata bila dibandingkan dengan keahlian taijutsu Shinobi lainnya.

Mungkin ini yang dinamakan dengan The Power Of Fokus. Bila kita fokus pada bidang yang kita bisa maka... kita akan benar benar ahli dalam bidang tersebut melebihi orang lain.

Benar kata orang bijak (saya lupa lagi namanya, tapi kayanya dia orang baik), “Kau tak akan jadi apa-apa kalau kau ingin menjadi segalanya.”

Simplenya, kita disuruh FOKUS, teman!

 Fokus dan mensyukuri apa yang kita bisa dengan tidak membanding-bandingkan kekurangan diri dengan kelebihan orang lain.

Akhirul kalam, thanks untuk Kishimoto Sensei yang telah menciptakan karakter luar biasa seperti Guy Maito ini.

Sebagai tokoh utama, Naruto memang hebat, tapi di mata saya, kisah hidupnya Guy Maito yang berdarah-darah adalah jauh lebih inspiratif. :)


----
Subang, 13 April 2013

About the author

Ditulis oleh Baladen Haneef. Maaf bila subjektif. Tak ada niat sedikitpun untuk menggurui.

2 komentar:

  1. Saya setuju, benar benar inspiratif ini si guy, ga perlu keren tapi semangat inspirasi dan tekadnya jempol punya

    BalasHapus
  2. guy bisa ninjutsu juga cuman tak dilatih. dia ingin menunjukan kepada dunia umumnya dan kepada rock lee kalau dengan taijutsu ia masih bisa menjadi ninja hebat. dia sering makai ninjutsu buat manggil kura kura seperti saat ujian chunin, lawan kisame, atau waktu ngajari tenten ninjutsu dan kuchiyose.. ayahnya might dai juga pernah bilang kalau guy masih bisa memakai ninjutsu guy pun pernah bilang itu ke rock lee. guy tidak mendalami ninjutsu kerena ayahnya yg dianggap lemah mampu membunuh 5 dari 7 ninja pedang yang level s padahal dia cuman genin. selain itu i juga menunjukan ke rock lee yg juga tak bisa makai ninjutsu untuk tak patah semangat. dilain kesempatan hal yg menguatkan bukti jika guy bisa ninjutsu selain dia menggunakan dan dari perkataan ayahnya, dia dan hokage 4 adalah saat rock lee mengeluh tidak bisa menjadi ninja hebar tanpa ninjutsu guy tidak memposisikan dirinya sebagai contoh karena sebenarnya dia bisa. waktu ada master taijutsu yg tidak mau melatih rock lee karena tak bisa ninjutsu guy juga tidak bereaksi karena dia bisa ninjutsu.

    BalasHapus