1 Pelajaran Penting Dari Puasa

0
18.47

Bulan puasa memang telah berlalu. Tapi aromanya, masih terasa hingga sekarang, semoga kita bisa dipertemukan dengan ramadan ramadan selanjutnya.

Usia saya sekarang kurang lebih 28 tahun. Berarti, bila mulai berpuasa pada umur 8 tahun, telah 20 Ramadan saya jalani.

Lama juga.

Tapi sepertinya baru tahun ini, saya benar benar bisa meresapi makna puasa. Mulai bisa menikmati dan mensyukuri rasa lapar yang sekilas menyiksa, padahal menyimpan beribu manfaat tak terasa, baik untuk raga ataupun jiwa.

1 hal penting yang saya pelajari dari puasa adalah:
Lanjut baca →

0 comments:

Badan Subur, Anugerah Atau Musibah?

0
16.54

Maraknya berita tentang Arya, bocah 10 tahun asal karawang yg memiliki berat 180 kg itu membuat saya tergerak untuk membuat tulisan ini. Arya seakan membuka kenangan tentang saya, 5 atau 6 tahun lalu.

"Wih, badannya makin subur aja nih, udah makmur ya sekarang mah." Celetuk seorang teman kalau sedang reunian.

Pujian pujian seperti itu sering saya dengar. Saat jaman kuliah dan di awal awal pernikahan. Padahal mau makmur gimana, buat ngelegalisir ijazah ke kampus aja uangnya masih minta.

Tapi apakah benar, badan subur dan perut buncit itu tanda kemakmuran?

Apakah yang badannya ramping tanda hidupnya penuh dengan kepusingan dan banyak masalah?

Mari kita ngobrol sejenak, Kawan. :)
Lanjut baca →

0 comments:

Simplenote

0
14.12

Iqra!

Itulah ayat pertama yang Tuhan turunkan melalui rasulnya, Muhammad SAW.

Sampai kapanpun, seberapa hebatnya perkembangan zaman, membaca dan menulis akan tetap menjadi kegiatan penting bagi umat manusia.

Dulu, menulis itu medianya batu, kemudian ke pelepah daun, lanjut ke kulit binatang hingga akhirnya ilmu pengetahuan menemukan apa itu yg dinamakan dengan kertas.

Kini, Seiring berjalannya waktu, membaca tak musti melulu berhadapan dengan buku, pun dengan menulis, tak harus selalu dengan pena di tangan.
Lanjut baca →

0 comments:

5 Tips Mengelola Keuangan Ala Warren Buffet

0
06.42


Rezeki memang bukan hanya uang semata. Ia saya setuju. Uang memang tak dibawa mati. Tapi kan, kita belum mati, masih mengembara di dunia ini. Beli sembako, beli susu, beli popok, bayar pajak, bangun mesjid, cicilan rumah, beli gitar dan lainnya kini tak bisa dilakukan secara barter barang dengan barang, ataupun barang dengan jasa. Kalaupun ada, jarang ya. Belum pernah saya lihat, orang yang perpanjang SIM bayarnya pake sekeranjang ubi bakar Cilembu.

Maka dari itu, kita wajib belajar me-manage uang ataupun cara cara menjemputnya dengan ikhtiar yang halal, tentu saja. Biar apa? Biar berkah dan tidak masuk penjara.

Kemarin, di situs Liputan6.com, saya membaca satu artikel menarik. Bukan, bukan artikel yang ditarik-tarik. Tapi menarik disitu artinya, artikel yang berbobot, bermanfaat dan tentu saja, bila seperti itu adanya, saya harus menulisnya di blog ini. Sebelum apa? Sebelum lupa, tentu saja.
Lanjut baca →

0 comments:

Creed

1
08.35

Dulu, saya tak terlalu menyukai tinju. Ketika duduk di bangku SD, demi menonton acara kartun favorit, pernah saya dengan seenaknya memindahkan chanel tv, padahal saat itu bapak sedang fokus menonton tinju. Beruntunglah saya, Bapak orangnya sabar, jadi walaupun geram, beliau tak mempraktikan gerakan gerakan tinju ke anaknya.

Tapi semuanya berubah, setelah menonton film dokumenter tentang perjalanan hidup Mohammad Ali, Saya jadi menyukai, bahkan mengagumi olahraga yang ternyata tak cuma mengandalkan otot ini.

Tinju adalah seni.

Sama seperti menari, dalam tinju juga ada irama yang mengagumkan ketika seorang petarung dengan cerdas harus menentukan kapan harus bertahan, kapan harus menghindar dan kapan harus melesakan pukulan pukulan andalan.

Tadi malam, kembali saya menikmati suguhan apik dari perfilman Hollywood. Judulnya, Creed
Lanjut baca →

1 comments:

Southpaw!

0
18.35
Untuk yang senang dengan tinju, mungkin southpaw adalah film yang wajib kamu tonton. Film ini berkisah tentang seorang petinju kelas berat ringan yang bernama Billy Hope (diperankan sangat apik oleh Jake Gyllenhaal) yang ketangguhannya di ring tinju sulit ditaklukan oleh petinju lain.

Billy memang jago, tapi dia memiliki kekurangan, pertahanannya yang keropos, sehingga walaupun mendapatkan kemenangan, luka setelah tinju (terutama bagian muka) yang diderita oleh Billy cukup mengenaskan. Selain itu Billy Hope juga dikenal sebagai petinju yang arogan dan tempramental. Hal inilah yang dikhawatirkan oleh keluarga Billy terutama oleh istrinya Maureen Hope (diperankan dengan sangat memukau oleh Rachel McAdams).

Kehidupan glamour Billy Hope tiba tiba berubah 180 derajat setelah istri kesayangannya tertembak di sebuah acara amal.Saat itu Billy mendapat intimidasi dari petinju saingannya, Miguel Escobar. Billy terpancing, terjadilah baku hantam. Tak dinyana ternyata ada yang membawa pistol. Disitulah istri Billy tertembak dan tewas.
Lanjut baca →

0 comments: