Creed

1
08.35

Dulu, saya tak terlalu menyukai tinju. Ketika duduk di bangku SD, demi menonton acara kartun favorit, pernah saya dengan seenaknya memindahkan chanel tv, padahal saat itu bapak sedang fokus menonton tinju. Beruntunglah saya, Bapak orangnya sabar, jadi walaupun geram, beliau tak mempraktikan gerakan gerakan tinju ke anaknya.

Tapi semuanya berubah, setelah menonton film dokumenter tentang perjalanan hidup Mohammad Ali, Saya jadi menyukai, bahkan mengagumi olahraga yang ternyata tak cuma mengandalkan otot ini.

Tinju adalah seni.

Sama seperti menari, dalam tinju juga ada irama yang mengagumkan ketika seorang petarung dengan cerdas harus menentukan kapan harus bertahan, kapan harus menghindar dan kapan harus melesakan pukulan pukulan andalan.

Tadi malam, kembali saya menikmati suguhan apik dari perfilman Hollywood. Judulnya, Creed
Lanjut baca →

1 comments: